Pengujian mutu vaksin Mycoplasma gallisepticum strain F, ts11, 104, dan R-980 pada ayam SPF menggunakan metode uji ELISA, SPA, Kandungan bakteri dan analisis Koefisien Kappa

Collection Location BBPMSOH
Edition Vol. 27 tahun 2018
Call Number
ISBN/ISSN 0852-9612
Author(s) Ernes Andesfha
Istiyaningsih
Neneng Atikah
Sarji
Irma Rahayuningtyas
Subject(s) CHRONIC COURSE
Respiratory Diseases
Mycoplasma gallisepticum
Vaccines
Elisa
Bacteria
BROILER CHICKENS
Layer chickens
Infection Diseases
Classification Animal Vaccines
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher BBPMSOH
Publishing Year 2018
Publishing Place Bogor
Collation p. 1-15
Abstract/Notes Vaksin Mycoplasma gallisepticum (MG) yang beredar di Indonesia memiliki beberapa strain yaitu strain F, ts11, 104, dan R980. Penggunaan vaksin MG bertujuan untuk mencegah infeksi bakteri MG terutama pada ayam layer sehingga produksi telur tetap optimal. Tujuan kajian ini untuk mengetahui efikasi empat strain vaksin MG tersebut dengan menguji potensi vaksin menggunakan uji serologi ELISA dan SPA, menguji kandungan bakteri menggunakan metode color change unit (CCU), dan menguji reliabilitas hasil uji ELISA dan SPA dengan menghitung nilai koefisien Kappa. Hasil uji dari lima vaksin MG yang diuji terdapat satu vaksin MG strain ts11 yang tidak memenuhi persyaratan mutu uji potensi dan kandungan bakteri. Vaksin MG strain ts11 tidak mampu 100% menginduksi terbentuknya antibodi pada hewan uji kelompok vaksinasi dengan nilai serum positif 60% (6/10), hasil uji kandungan bakteri adalah 10³ CCU/dosis dan nilai ini tidak memenuhi nilai minimal yang dipersyaratkan padahal kandungan bakteri sangat menentukan keberhasilan vaksin dalam membentuk antibodi dalam tubuh ayam. Empat vaksin MG lainnya 100% mampu menginduksi terbentuknya antibodi spesifik bakteri MG pada semua hewan uji kelompok vaksinasi dan kandungan bakteri memenuhi nilai yang dipersyaratkan. Nilai koefisien Kappa yang diperoleh adalah 0,44, nilai ini termasuk kategori cukup berbeda signifikan hasil uji antara ELISA dan SPA, perbedaan ini disebabkan karena kemampuan yang berbeda dari kedua uji serologi dalam mendeteksi adanya antibodi yang dihasilkan dari tahap terjadinya infeksi. Kegiatan monitoring keberadaan MG di peternakan selain menggunakan metode SPA dan ELISA memerlukan uji konfirmasi yang lebih spesifik dengan reaksi silang yang rendah seperti uji haemagglutination inhibition (HI) bahkan uji polymerase chain reaction (PCR).
Specific Detail Info
Image
  Back To Previous